Jumat, 22 Januari 2016

Memprihatinkan sekali memang apabila kita mendegar kabar tentang pergaulan muda-mudi jaman sekarang. Dikatakan semakin modern, iya, dengan adanya teknologi super canggih yang bisa menghubungkan informasi dengan cepat. Meningkatnya rasa percaya diri terhadap lawan jenis, tayangan-tayangan televisi yang mengumbar bebas pergaulan lawan jenis, semua terlihat bebas dan tanpa batas. Namun, seiring hal itu, terjadi pula kemunduran moral mental dan terkikisnya nilai ketimuran dari bangsa. Sehingga kita bisa melihat banyak terjadi pelecehan seksual, hamil diluar nikah, aborsi, bahkan bunuh diri.
Kehidupan masa muda yang begitu menarik, akan sangat sayang jika dilewati dengan hal-hal yang merugikan. Dari ceramah Da'i sejuta umat KH. Zainuddin M.Z., saya mencoba menginterpretasi isi kandungannya, yang membahas mengenai bahaya seks bebas. Mari kita simak, mudah-mudahan memberi wawasan untuk kita dan para remaja.

Penyebab keajahatan biasanya 3:
1.      Kosong iman, paling bahaya. Free sex, penyimpangan seksual bisa karena kosong iman, yaitu memperturutkan hawa nafsu.
2.      Kosong kantong; tidak ada kegiatan.
3.      Kosong perut (lapar, miskin)
Jika ketiganya kosong, maka tidak ada rem dalam kehidupan ini.
Perkawinan lebih memelihara diri dan pandangan. Sesuatu yang didapatkan denganjalan halal, menikmatinya dengan nikmat. Sebaliknya jika sesuatu didapat dengan jalan yang tidak benar/ halal, maka menikmatinya akan resah, tidak tenang.

Akibat dari pergaulan bebas, penyimpangan seksual, tinggal dan hidup berdua dengan lawan jenis tanpa ikatan pernikahan, adalah:
1.      Hilangnya ketentraman dalam hidup.
Mungkin orang lain tidak tahu, hansip tidak melihat, orang tua bisa dibohongi. Tapi ketentraman, akan hilang terganti dengan was-was, perasaan bersalah, apalagi jika yang hilang adalah hal yang sangat berharga; keperawanan misalnya. Hidup akan menjadi gundah, awalnya memang tidak terasa, semua indah dan tampak menjanjikan. Si gadis gelisah, si pria pun akan resah. Sehingga hari-hari dilalui dengan banyak termenung, bingung, lidah mau bicara kelu, diri mau keluarpun malu. Sudah berapa banyak anak-anak yang tidak tau harus pada siapa dia memanggil ayah karena tidak tau siapa ayahnya, mungkin akan merendahkan sendiri harga diri pada manusia (pelaku).
2.      Terjangkitnya penyakit kelamin.
Alat kontrasepsi jika disalahgunakan akan menimbulkan bahaya, infeksi, penyakit, dsb. Atau mungkin karena sering melakukan seks bebas/ orgasme/ ejakulasi sebelum pernikahan, akibatnya kelamin menjadi rusak, sehingga mengganggu keharmonisan rumah tangga jika sudah menikah kelak.
3.      Mengganggu kelangsungan keturunan
Alangkah kejamnya jika perbuatan dosa yang dilakukan oleh orang tua, menghasilkan anak, diwariskan kepada anak yang tidak berdosa, dan mereka harus menanggung
4.      Memperturutkan hawa nafsu
Jika sudah melakukan hubungan seksual maka akan ketagihan. Ibarat bayi yang lebih dari 2 tahun tidak disapih maka ia bisa akan kecanduan menyusu ibunya. Memperturutkan hawa nafsu dengan mengorbankan ekonomi, minimal ekonomi pribadi, keluarga.
5.      Membawa kehancuran karir
Dari jaman dulu, sudah banyak cerita bahwa pemimpin besar yang kuat takluk karena wanita. Maka janganlah mengorbankan diri sendiri, karir, keluarga, hanya karena terjatuh dan kecanduan pada perilaku seks bebas. Apabila sudah terlanjur, maka tidak ada kata terlambat untuk menarik diri, sehingga bisa memulai lembaran baru yang lebih baik.

Penyimpangan umum seks bebas:
1.      Masturbasi/onani — zina tangan, meskipun dosanya tidak sama dengan zina sesungguhnya, tapi ini tetap saja dosa, apalagi anggota tubuh lain juga men
2.    Menyalurkan insting seksual dengan makhluk sejenisnya – lesbian/homoseksual
3.      Eksibisionis – merasakan kepuasan setelah memamerkan tubuh/ anggota vital kepada orang lain. Jangankan memamerkan/memperlihatkan, melihat saja sudah termasuk perbuatan tidak baik.
4.      Masosisme / sadisme – memperoleh kepuasan dalam melakukan hubungan seksual dengan melakukan kekerasan
5.      Paedofilia – melakukan hubungan seksual dengan anak dibawah umur. Ini bisa disebut bapak moyangnya dosa. Karena selain zina sudah dosa besar, dilakukan dengan anak, bahkan mungkin anak kandung, sungguh perbuatan keji.

Pengendali
Tubuh ini ibarat kerajaan, dan yang merajainya adalah segumpal daging yang disebut hati, apabila hati baik, maka baik pulalalh segalanya, mata akan melihat yangbaik, mulut akan berkata yang baik, kaki akan berjalan ke tempat yang baik, dst. Untuk ingin berubah menjadi baik, maka penentunya adalah hati. Berbicara tentang hati, maka hubungannya dengan niat, niat kaitan erat dengan iman. Maka pengendali dari tindakan tercela dan keji adalah iman.
Hati—niat—iman(pengendali)
Posted by happy On 11:37 AM No comments

0 comments:

Posting Komentar

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Labels

Blogger news

Categories