Sabtu, 28 April 2012

http://news.detik.com/read/2012/04/28/105006/1903889/10/anggota-komisi-viii-tanpa-harus-mengganggu-suara-azan-harus-terdengar
 http://www.harianjoglosemar.com/berita/ributkan-azan-wapres-boediono-dikecam-73433.html


Opini
Astaghfirullahal adzim!
        Ini pengaturan yang aneh dari para petinggi negara yang notabene beragama islam. sampai-sampai mereka terganggu dengan panggilan sholat. Suara adsan yang jelas saja masih bisa diabaikan, apalagi yang sayup-sayup. Konsekuensi bagi orang yang tinggal dekat dengan masjid adalah mendengar dikumandangkannya adzan, sama hal nya orang yang tinggal di dekat gereja yang  akan mendengar suara paduan suara. Pengaturan yang menurut saya aneh ini ternyata menjadi perbincangan wakil presiden Boediono dan juga anggota komisi VIII. Sungguh disayangkan, bahkan sepertinya negara ini ingin mengintimidasi kebebasan warga muslim, di negaranya sendiri, yang notabene juga di sebut negara dengan jumlah penduduk muslim yang mayoritas. masih banyak hal yang harus diselesaikan para wakil rakyat daripada harus mengurusi pengeras suara untuk panggilan sholat. Mana janji kalian buat memberantas korupsi, koruptor milyaran dihukum sama dengan pencuri bawang!!
        Adapun jika argumen bapak-bapak yang terhormat berdasar Qur'an dan sunnah maka umat muslim pun akan menaatinya.
        Wakil rakyat yang terhormat, jangan kamu menghina mereka yang mau menyeru orang-orang untuk beribadah dengan suara-suara mereka yang kurang merdu, sesungguhnya niat mereka lebih mulia untuk membawa orang lain menunaikan kewajibannya (sholat). Bila bapak-bapak yang terhormat merasa suara lebih nyaring silakan bapak mengumandangkannya. Ingat, surat al Hujurat ayat 11-14 mengajarkan kita untuk tidak saling mengolok-olok.
        Ya Allah berilah kami petunjuk dan keselamatan dari para pemimpin yang zhalim.

Posted by happy On 11:20 AM No comments

0 comments:

Posting Komentar

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube

Labels

Blogger news

Categories